Kejaksaan Tinggi Jawa TimurKPK RI

Bangunan Spillway Dam Tanggul Rp15,5 Miliar Panel Beton Dicetak di Lokasi Proyek, Pekerjaan Pembesian Disinyalir Meragukan

×

Bangunan Spillway Dam Tanggul Rp15,5 Miliar Panel Beton Dicetak di Lokasi Proyek, Pekerjaan Pembesian Disinyalir Meragukan

Sebarkan artikel ini

Foto: Penampakan panel beton pada proyek Spillway Dam Tanggul Jember. (Dok transparans) 

Jember, Transparansi.co.id– Sheet Pile (Turap) panel beton pada proyek pembangunan pelimpah (Spillway) Sungai Tanggul di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, diduga bukan produk pabrikan melainkan dicetak sendiri di lokasi proyek.

Pasalnya, fakta di lapangan didapati proses pembuatan berbagai jenis Sheet Pile itu dilakukan di lokasi proyek dan disinyalir lemah kontrol oleh ahli yang berkompeten di bidangnya.

Dari penelusuran wartawan di lokasi proyek beberapa bulan lalu diketemukan kejanggalan dalam pekerjaan pembesian tulangan panel beton.

Terpantau proses pemotongan besi tulangan Sheet Pile mengunakan panas api atau las yang berdampak pada lapisan pelindung dan struktural besi. Hal ini terjadi diduga lemahnya pengawasan dalam proses pekerjaan pembesian oleh pihak terkait di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur BBWS Bondoyudo Baru di Lumajang, Prabowo, menyampaikan bahwa proses pembuatan Sheet Pile beton di lokasi proyek telah mengantongi izin dari pemegang hak paten.

Pemegang hak paten, kata Prabowo, sudah melakukan uji mutu dan pengawasan dalam proses pengerjaan di lapangan. Namun, ia tidak menyebut pihak atau nama perusahaan pemegang hak paten produk Sheet Pile tersebut.

“Sudah ada uji mutu dan lisensi serta pengawasan dan pemegang hak paten,” tulis singkat Prabowo menjawab pertanyaan wartawan, Senin (19/1/2026).

Diketahui bersama, bangunan strategis yang berfungsi sebagai pengendali banjir dan penunjang irigasi pertanian itu ambrol sebelum pelaksanaan pekerjaan berakhir (PHO).

Ambrolnya proyek Spillway akibat penggerusan tanah penopang bagian bawah dampak debit air yang sangat tinggi beberapa waktu lalu.

Meski begitu, kontraktor diberi kesempatan melakukan perbaikan kembali bangunan pelimpah yang ambrol dengan konsekuensi denda berjalan.

“Rekanan (PT. Rajendra Pratama Jaya). bertanggungjawab jawab untuk memperbaiki kembali. Rekanan dikenai sangsi denda sesuai aturan yang ada,” kata Prabowo, dengan tidak menjelaskan masa akhir perbaikan itu berakhir.

Sementara itu, hingga berita diterbitkan, pelaksana proyek dari PT. Rajendra Pratama Jaya, Fauzi, belum merespon klarifikasi wartawan yang dikirim sejak Kamis 22/1 lewat WhatsApp pribadinya.

Diketahui bahwa proyek Spillway Dam Tanggul dengan anggaran Rp15.541.730.272 (Lima belas miliar lima ratus empat puluh satu juta tujuh ratus tiga puluh ribu dua ratus tujuh puluh dua rupiah) dari APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2025 dikerjakan oleh PT. Rajendra Pratama Jaya dengan konsultan pengawas PT. Kencana Adya Daniswara.

Proyek itu berkontrak kerja nomor: 000.3.3/1.01.0106/1981/104.6.07/2025.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *