Foto: Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lumajang, Dr. H. Umar Hasan, S.Ag., M.A. (Dok Transparansi.co.id)
Lumajang, Transparansi.co.id – Kuota jemaah haji Kabupaten Lumajang tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2025. Pada tahun ini, kuota haji Lumajang 1.256 orang, kuota haji tahun sebelumnya kisaran 800 orang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lumajang, Dr. H. Umar Hasan, S.Ag., M.A mengatakan peningkatan kuota tersebut murni berasal dari sistem daftar tunggu nasional.
“Tahun ini murni waiting list. Sistemnya, waiting list nasional sebanyak 5,2 juta orang dibagi waiting list Jawa Timur yang mencapai sekitar 1,130 juta, lalu dikali kuota nasional 221.000. Ketemulah kuota Jawa Timur sekitar 42 ribu, dan Lumajang mendapat 1.256 jemaah,” jelas Umar, ketika ditemui transparansi.co.id di ruang kerjanya, Selasa 21 April 2026.
Dari total 1.256 jemaah, sebanyak 574 orang adalah laki-laki dan 683 orang perempuan. Rentang usia jemaah cukup lebar, mulai dari 18 tahun hingga yang tertua 90 tahun.
Pemberangkatan jemaah Lumajang terbagi dalam empat kloter, yakni kloter 98, 99, 100, dan 101, yang semuanya masuk gelombang kedua. Dengan pola gelombang kedua, jemaah akan langsung menuju Makkah karena keberangkatan bertepatan dengan masa puncak haji.
“Insyaallah akan diberangkatkan pada tanggal 16 dan 17 Mei 2026. Kloter 98 dan 99 masuk asrama haji tanggal 16 Mei pukul 21.00 WIB, sedangkan kloter 100 dan 101 masuk tanggal 17 Mei pukul 07.00 WIB,” ujarnya.
Umar menyebut pola pemberangkatan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang menggunakan sistem pembagian berdasarkan jumlah penduduk muslim dengan rasio 1 banding 1.000. Sebelumnya, Lumajang selalu memberangkatkan sekitar 800 jemaah setiap tahun.
Untuk kesiapan jemaah, Umar memastikan 90 persen telah siap berangkat. Pemeriksaan kesehatan atau istitha’ah kesehatan sudah 100 persen lolos, termasuk bagi jemaah risiko tinggi lansia yang mendapat pendampingan khusus.
“Ada tiga macam pendampingan untuk jemaah risiko tinggi, yaitu pendampingan dengan obat, alat, dan pendamping orang,” katanya.
Dokumen keberangkatan juga sudah lengkap. Paspor jemaah yang sempat dipinjam karena masih bekerja di luar negeri telah dikembalikan. Sementara untuk visa, seluruhnya sudah terbit setelah sebelumnya sempat terkendala validasi data antara KTP dan paspor, foto yang buram, serta pembacaan sidik jari yang diragukan sistem.
“Semua kendala visa sudah selesai satu bulan lalu,” tegas Umar.
Dr. Umar Hasan berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan sehat selama di Tanah Suci.









