Scroll untuk baca artikel
Berita

BPBD Lumajang Siagakan 4 Truk Tangki Hadapi Kekeringan 

×

BPBD Lumajang Siagakan 4 Truk Tangki Hadapi Kekeringan 

Sebarkan artikel ini

Foto: Kepala BPBD Lumajang Isnugroho. (Dok Transparansi.co.id)

Lumajang, Transparansi.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Lumajang mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi memuncak pada Agustus hingga September 2026.

Kepala BPBD Lumajang Isnugroho menyebut sedikitnya 20 desa di enam kecamatan teridentifikasi rawan mengalami krisis air bersih. Wilayah itu meliputi Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Senduro, Gucialit, dan Padang.

“Mitigasi sudah kami lakukan. Ada lebih dari 20 desa di enam kecamatan yang rawan krisis air bersih,” ujar Isnugroho, Rabu 22 April 2026.

Sebagai langkah awal, BPBD telah mengajukan bantuan 1.300 tandon air berkapasitas 1.200 liter kepada BPBD Provinsi Jawa Timur. Bantuan tersebut saat ini masih dalam proses dan akan segera didistribusikan jika kekeringan benar terjadi.

Selain tandon, BPBD juga menyiagakan empat unit mobil tangki air untuk mendistribusikan air bersih ke desa-desa terdampak.

Jika kondisi kekeringan meluas, BPBD akan mengusulkan penetapan status siaga darurat bencana kepada Bupati Lumajang. Status siaga juga mencakup potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap meningkat saat musim kemarau.

BPBD telah memetakan titik rawan kebakaran, terutama di kawasan perkebunan tebu yang berbatasan dengan hutan mulai dari Sumber Urip hingga area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru TNBTS.

Untuk penanganan kebakaran, BPBD akan bersinergi dengan TNI, Polri, kejaksaan, Satpol PP, serta dinas terkait.

“Khusus untuk penanganan kebakaran, kami akan bersinergi dengan berbagai unsur untuk melakukan langkah-langkah penanggulangan,” pungkas Isnugroho.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *