Scroll untuk baca artikel
MBG

Alarm Program MBG di Jember, Belasan Penerima Manfaat Diduga Keracunan Usai Santap Menu SPPG 1 Karangsono 

×

Alarm Program MBG di Jember, Belasan Penerima Manfaat Diduga Keracunan Usai Santap Menu SPPG 1 Karangsono 

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Foto: Penerima program MBG menjalani perawatan diduga akibat Keracunan makanan di Jember 

Jember, transparansi.co.id– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember kembali menjadi sorotan. Belasan penerima manfaat yang mengonsumsi menu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Karangsono, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan yang dibagikan pada Selasa (14/7/2026).

Korban yang mengalami keluhan terdiri atas murid Taman Kanak-kanak (TK), siswa sekolah dasar (SD), balita Posyandu, hingga seorang wali murid.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya tujuh murid TK, sejumlah siswa SD, beberapa balita Posyandu, serta seorang wali murid bernama Siti Munawaroh dilaporkan mengalami diare, mual, sakit perut, pusing, dan tubuh lemas.

Siti Munawaroh mengaku mengonsumsi dua porsi makanan MBG yang merupakan jatah kedua anaknya. Menu yang disantap terdiri atas nasi, orek tempe, telur puyuh, tumis jagung, dan buah anggur.

Ia mengaku mencium bau tidak sedap dari telur puyuh yang disajikan. Meski sempat mencucinya, makanan tersebut tetap dikonsumsi.

“Telurnya bau. Saya sempat mencucinya, tetapi tetap dimakan,” ujar Siti.

Tak lama setelah makan, ia mengalami diare, sakit perut, pusing, dan tubuh terasa lemas. Keluhan serupa juga dialami sejumlah murid TK, siswa SD, serta balita penerima MBG lainnya.

Sejumlah korban mendapat perawatan di Puskesmas Sukorejo, sementara korban lainnya ditangani di Klinik Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, dan Puskesmas Paleran, Kecamatan Umbulsari. Sebagian korban telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik. Hingga kini, jumlah pasti korban masih dalam proses pendataan oleh instansi terkait.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kepala Dapur SPPG 1 Karangsono, yang akrab disapa Mas Bagus, belum bersedia memberikan penjelasan terkait dugaan keracunan tersebut.

“Untuk sementara saya belum bisa memberikan keterangan. Besok, Kamis, kami bersama tim Satgas akan melakukan observasi terlebih dahulu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Jember, A.I. Fauzi, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan tersebut.

Dalam keterangan rilisannya, Rabu (15/7/2026), Fauzi menyampaikan bahwa Camat Bangsalsari selaku Koordinator Kecamatan MBG telah melaporkan kejadian itu kepada dirinya dan Bupati Jember sejak Selasa malam.

Menurut Fauzi, Bupati Jember langsung menginstruksikan seluruh jajaran untuk memprioritaskan keselamatan para korban dengan memberikan pelayanan kesehatan terbaik tanpa dipungut biaya.

“Bupati sangat menyesalkan kejadian tersebut dan menginstruksikan agar seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik secara gratis. Camat juga diminta turun langsung memastikan kondisi korban serta mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan,” ujar Fauzi.

Ia menambahkan, Tim Satgas MBG dijadwalkan turun ke lokasi untuk melakukan investigasi dan memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat belum dapat dipastikan. Dugaan keracunan masih menunggu hasil observasi, pemeriksaan medis, uji laboratorium terhadap sampel makanan, serta penyelidikan dari instansi berwenang.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *