Foto: Plt. Direktur RSUD dr. Haryoto, dr. Yanna Susanti, SpKFR. (Dok Transparansi.co.id)
Lumajang, Transparansi.co.id – RSUD dr Haryoto, Lumajang Jawa Timur tetap membuka pelayanan kesehatan selama 24 jam kepada masyarakat selama libur lebaran Idul Fitri 1447 H, 2026.
Pasalnya, RSUD dr. Haryoto memastikan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama masa libur Lebaran. Meski layanan rawat jalan (poliklinik) ditutup sementara, seluruh fasilitas vital dan penanganan gawat darurat tetap beroperasi penuh 24 jam.
Plt. Direktur RSUD dr. Haryoto, dr. Yanna Susanti, SpKFR., menegaskan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap menjadi garda terdepan dalam melayani pasien dengan kondisi darurat maupun rujukan fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Pelayanan IGD tetap buka 24 jam untuk kasus gawat darurat. Kami juga tetap melayani rujukan fasilitas tingkat satu selama masa libur lebaran ini,” ujar dr. Yanna, Selasa (17/3/2026).
Namun, bagi yang dinyatakan tidak gawat dan darurat, lanjut dr. Yanna, maka pelayanan nya di sarankan untuk ke faskes 1, puskesmas atau klinik yang buka pada saat itu. “Ini juga sesuai dengan imbauan dari BPJS, dimana pada saat libur lebaran, fasilitas kesehatan tingkat satu itu harus bisa melayani,” jelasnya.
Selain itu, dia juga mengatakan, bahwa Prioritas Pasien Penyakit Kronis Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian manajemen rumah sakit adalah keberlanjutan pengobatan bagi pasien penyakit kronis. Untuk mengantisipasi habisnya stok obat selama poliklinik tutup, RSUD dr. Haryoto telah menyiapkan sistem khusus.
“Bagi pasien yang membutuhkan obat kronis dan khawatir kehabisan stok, tetap kami layani melalui IGD. Sistem sudah kami setting sedemikian rupa, agar kebutuhan obat rutin pasien tetap terpenuhi tanpa hambatan,” tambahnya, kemudian.
Menutup keterangannya, dr. Yanna mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi fisik selama merayakan hari raya. Sebagai rumah sakit rujukan tingkat dua, RSUD dr. Haryoto berkomitmen memberikan pelayanan medis yang optimal, baik di sektor gawat darurat, intensif, maupun layanan ketersediaan darah.


















