Scroll untuk baca artikel
Pariwisata

Tumpak Sewu, Pesona Alam yang Mengalirkan Rezeki bagi Warga Lumajang

×

Tumpak Sewu, Pesona Alam yang Mengalirkan Rezeki bagi Warga Lumajang

Sebarkan artikel ini

Foto: Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, saat berfoto bersama pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Timur. (Dok. istimewa)

Lumajang, Transparansi.co.id – Ramainya kunjungan wisatawan ke Air Terjun Tumpak Sewu tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata alam, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi masyarakat di sekitar destinasi.

Aktivitas wisatawan dan pelaku usaha lokal menjadi bagian dari geliat ekonomi yang tumbuh seiring perkembangan pariwisata Kabupaten Lumajang.

Hal itu terlihat saat Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, meninjau kawasan wisata Tumpak Sewu bersama pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Timur, Jumat (21/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dewi Natalia melihat langsung interaksi wisatawan dengan masyarakat dan pelaku usaha di sekitar kawasan. Ia juga menyaksikan kehadiran wisatawan mancanegara yang menikmati panorama air terjun tertinggi di Jawa Timur itu.

“Pemandu wisatanya ramah-ramah. Saya juga tadi melihat banyak sekali wisatawan asing yang menikmati keindahan Tumpak Sewu,” ujar Dewi Natalia.

Menurutnya, kedatangan wisatawan dari berbagai daerah, termasuk mancanegara, membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha penunjang wisata.

Dewi menilai semakin lama wisatawan berada di kawasan destinasi dan semakin banyak aktivitas yang dilakukan, semakin terbuka pula ruang ekonomi bagi warga setempat.

“Banyaknya kunjungan wisatawan juga memberikan dampak terhadap perekonomian, utamanya bagi pelaku UMKM yang berjualan di lokasi wisata,” katanya.

Dampak ekonomi itu terlihat dari beragam usaha yang tumbuh di sekitar Tumpak Sewu. Mulai dari kuliner, penjualan produk lokal dan oleh-oleh, kerajinan tangan, hingga jasa pemandu wisata.

Dengan demikian, keberadaan destinasi wisata tidak hanya memberi manfaat dari sisi rekreasi, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat.

Dewi menegaskan, perkembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Destinasi yang semakin dikenal diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas, sekaligus mendorong pelaku usaha lokal meningkatkan kualitas produk dan pelayanan.

Kunjungan bersama IWAPI Jatim itu juga menjadi ruang untuk melihat potensi ekonomi lokal secara langsung.

“Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan komunitas pariwisata diperlukan agar perkembangan destinasi dapat memberikan nilai tambah bagi warga sekaligus menjaga daya tarik kawasan,” ujarnya.

Tumpak Sewu dengan panorama alamnya, keramahan masyarakat, dan kunjungan wisatawan yang terus meningkat menunjukkan bahwa pariwisata dapat menjadi pintu masuk penguatan ekonomi lokal.

Ketika wisatawan datang, berbelanja produk, dan menggunakan jasa masyarakat setempat, maka manfaat keindahan alam itu ikut mengalir menjadi penghasilan bagi warga Lumajang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *