Scroll untuk baca artikel
Berita

Tinja Menumpuk? Tinggal Klik “Gedang Mesem” DPKP Lumajang Siapkan 3 Truk Sedot Tinja

×

Tinja Menumpuk? Tinggal Klik “Gedang Mesem” DPKP Lumajang Siapkan 3 Truk Sedot Tinja

Sebarkan artikel ini

Foto: Ilustrasi 

Lumajang, Transparansi.co.id – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Lumajang menyediakan layanan resmi penyedotan lumpur tinja melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah Domestik (UPT PALD).

Layanan ini dikhususkan untuk menangani sedot tinja rumah tangga maupun fasilitas umum dengan armada dan tenaga yang telah disiapkan khusus.

Sekretaris DPKP Lumajang, Iin Suharyati, ST menyampaikan, saat ini pihaknya memiliki 3 unit truk sedot tinja dan 1 unit truk toilet portable.

“Armada yang tersedia, truknya, dan juga untuk tenaganya, itu sudah dikhususkan melayani untuk sedot lumpur tinja. Ada tiga truk sedot tinja, dan satu truk toilet portable, jadi bisa gantian,” ujar Iin kemudian.

Seluruh limbah yang disedot langsung dibuang ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Desa Lempeni. Dengan sistem ini, pembuangan limbah dijamin aman dan tidak mencemari lingkungan.

Untuk memudahkan akses, DPKP Lumajang telah menyediakan aplikasi layanan bernama “Gedang Mesem” yang bisa diakses masyarakat.

“Kami punya aplikasi yang namanya Gedang Mesem. Dan Gedang Mesem itu sebenarnya bisa diakses oleh masyarakat,” jelasnya.

Selain melayani IPAL komunal di KSM, DPKP juga membuka layanan untuk warga perorangan. Masyarakat cukup menghubungi nomor khusus yang telah disediakan.

Bagi warga yang belum familiar dengan layanan online, bisa datang langsung ke kantor DPKP atau ke gerai Mal Pelayanan Publik (MPP) Lumajang.

Terkait biaya, DPKP menegaskan tarif telah mengacu pada Peraturan Daerah No. 9 Tahun 2025 tentang Pajak dan Retribusi Daerah. Tarif dihitung per meter kubik:

Kelompok I: Rp228.000/m³
Kelompok II: Rp248.000/m³
Kelompok III: Rp269.000/m³

“Besaran retribusi sesuai Perda. Biaya yang dikenakan juga dipengaruhi jauhnya lokasi dan biaya BBM. Tapi itu tentu masih lebih murah dan terukur daripada jasa di luar,” jelasnya.

Keunggulan lain, setiap truk telah dilengkapi pengukur volume. Sehingga pelanggan bisa langsung mengetahui berapa kubik limbah yang disedot.

“Kan jelas, kalau kita di mesinnya itu ada pembaca beberapa kubik. Jadi penerima layanan juga bisa ngecek langsung, oh ini per kubiknya segini. Tinggal mengalikan sendiri, jadi mereka tahu harus membayar berapa,” tambahnya.

Dengan sistem yang transparan dan mudah diakses, animo masyarakat menggunakan layanan ini terus meningkat.

“Alhamdulillah, dari target layanan yang harus diselesaikan di Dinas PKP tahunan, itu kita bisa memenuhi target tersebut. Berarti warga yang memanfaatkan fasilitas itu sudah lumayan banyak,” pungkasnya.

DPKP Lumajang berharap, melalui layanan resmi ini, kesadaran masyarakat terhadap sanitasi dan pengelolaan limbah rumah tangga dapat terus meningkat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *