Foto: Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subandhi, S.A.P. (Dok. Transparansi.co.id)
LUMAJANG, Transparansi.co.id – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hampir rampung. Kodim 0821/Lumajang mencatat progres pembangunan telah mencapai 93 persen.
Dari total 123 desa yang telah mendapat persetujuan lahan dari Pemerintah Kabupaten Lumajang, sebanyak 116 desa telah menyelesaikan pembangunan fisik. Sementara tujuh desa lainnya masih dalam proses pengerjaan.
“Alhamdulillah, persetujuan lahan dari Pemda ada 123 desa. Saat ini yang sudah kita bangun dan sudah jadi ada 116, jadi masih kurang tujuh yang masih dalam proses. Kalau dihitung dalam persentase, sudah 93 persen yang jadi,” kata Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh. Anton Subandhi, S.A.P., saat ditemui Transparansi.co.id di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026).
Menurut dia, keterlambatan pasokan material menjadi salah satu kendala dalam proses pembangunan. Distribusi bahan bangunan harus dilakukan secara bergiliran ke ratusan lokasi.
“Kendalanya adalah bahan-bahan sering terlambat karena harus bergiliran. Targetnya bulan ini sudah selesai semua,” ujarnya.
Meski pembangunan fisik hampir rampung, KDKMP di Lumajang belum sepenuhnya dapat dioperasikan. Sejumlah peralatan pendukung dari pemerintah pusat, seperti kendaraan roda tiga dan roda empat, telah didistribusikan. Namun, peralatan lain, seperti kamera CCTV, komputer, dan pendingin ruangan (AC), belum terpenuhi di seluruh gerai.
“CCTV, komputer, dan AC saat ini peralatan yang sudah masuk ke KDKMP belum semuanya. Jadi, operasionalisasi KDKMP di Lumajang masih belum ada. Kita menunggu semua terpenuhi, baru bisa operasional,” jelasnya.
Pihaknya berharap seluruh KDKMP di Lumajang dapat mulai beroperasi pada tahun ini.
KDKMP merupakan program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Keberadaannya diharapkan dapat memangkas rantai pasok barang bersubsidi sehingga harga di tingkat masyarakat lebih terkendali.
Menurut Letkol Anton, salah satu contohnya adalah LPG 3 kilogram yang didistribusikan melalui Agrinas ke KDKMP dengan harga Rp16.500 per tabung. Harga tersebut disebut lebih rendah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp18.000 per tabung.
“Tujuannya untuk memangkas praktik-praktik yang memainkan harga,” terangnya.
Selain menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, seperti LPG, pupuk, gula, dan minyak, KDKMP juga diproyeksikan menjadi etalase bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa.
Kata dia, warga yang memiliki usaha, seperti keripik pisang, telur asin, dan produk olahan lainnya, dapat menitipkan produknya untuk dijual melalui KDKMP.
“Jadi, warga yang punya usaha bisa titip jual di KDKMP. Dengan demikian, diharapkan barang jualan warga yang memiliki UMKM bisa lebih mudah terjual,” pungkasnya.





















