Scroll untuk baca artikel
Kemanusiaan

Demi Nyawa Manusia, 25 Relawan SIBAT PMI Dilatih Pertolongan Pertama di Puger 

×

Demi Nyawa Manusia, 25 Relawan SIBAT PMI Dilatih Pertolongan Pertama di Puger 

Sebarkan artikel ini

 

Jember, transparansi.co.id – Demi menyelamatkan nyawa manusia yang menjadi korban bencana, sebanyak 25 relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Jember, Selasa (14/04/26), mengikuti orientasi pertolongan pertama yang menjadi bagian dari rangkaian program school and community resilience (SCR)

Dalam orientasi yang berlangsung selama dua hari tersebut, relawan mendapatkan materi dari Wakil Kepala Markas PMI Jawa Timur, Yulius A. Mbusu dan Kabid Pelayanan Markas PMI Jember, Elvana Kusdijanto. Keduanya memberikan materi Pertolongan Pertama (PP) pada peserta yang nantinya akan terjun ke masyarakat.

Dengan pelatihan Pertolongan Pertama, relawan SIBAT PMI Jember tidak hanya terlatih namun juga memiliki kemampuan penanganan medis dasar sebelum korban bencana dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk tindakan medis lanjutan.

“SIBAT ini yang pertama memberikan pertolongan pada mereka yang membutuhkan, karenanya lewat orientasi ini teman teman perlu dibekali penanganan medis dasar sesuai ilmu kedokteran yang dapat dimiliki awam yang terlatih secara khusus”, ujar Elvana Kusdijanto, saat menyampaikan materi.

Kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dasar pertolongan pertama kepada SIBAT sebagai responder awal di tingkat desa serta menjadi langkah awal dalam penguatan kapasitas masyarakat, sebelum disebarluaskan ke masyarakat termasuk pada keluarga.

“SIBAT berperan sebagai perpanjangan tangan PMI untuk menyebarkan informasi dan keterampilan pertolongan pertama kepada masyarakat di desa masing-masing, karenanya mohon peserta mengikuti orientasi ini dengan sungguh sungguh”, ungkap Ghufron Evyan Efendi, Sekretaris PMI Jember yang membuka orientasi di balai desa puger kulon.

Diharapkan melalui rangkaian kegiatan kemanusiaan pada SIBAT, kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dapat meningkat, dan kesiapsiagaan di tingkat desa semakin kuat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *