Scroll untuk baca artikel
KemanusiaanPemerintahan

Saat Kepedulian Menjadi Kekuatan, Pemkab dan BAZNAS Lumajang Jadikan Zakat-Infaq Penggerak Ekonomi Warga

×

Saat Kepedulian Menjadi Kekuatan, Pemkab dan BAZNAS Lumajang Jadikan Zakat-Infaq Penggerak Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

Foto: Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat melakukan pertemuan silaturahim dengan jajaran BAZNAS Lumajang. (Dok istimewa)

Lumajang, Transparansi.co.id – Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang memperkuat sinergi pengelolaan zakat dan infak sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat guna menjaga ketahanan sosial dan menggerakkan ekonomi warga secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturahmi jajaran BAZNAS Lumajang dengan Bupati Lumajang Indah Amperawati di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Senin (25/5/2026).

Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan, zakat dan infak tidak boleh berhenti sebatas bantuan sosial yang bersifat sesaat.

Menurutnya, dana sosial harus mampu menjadi penggerak pemberdayaan agar masyarakat memiliki kekuatan ekonomi sekaligus daya tahan sosial yang lebih kokoh.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar bantuan konsumtif, tetapi sistem kepedulian sosial yang mampu memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Bupati Indah.

Bunda Indah menilai pengelolaan dana zakat dan infak yang tepat sasaran dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak, sekaligus mendorong produktivitas dan kemandirian ekonomi keluarga.

Oleh Karenanya, Pemkab Lumajang terus mendorong penguatan peran BAZNAS agar dana yang dihimpun dari masyarakat dapat dikelola secara amanah, produktif, dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Bupati juga mengajak aparatur pemerintah serta masyarakat untuk memperluas partisipasi sosial melalui penyaluran infak dan zakat melalui BAZNAS Lumajang.

“Semakin kuat semangat berbagi di tengah masyarakat, maka semakin kuat pula ketahanan sosial daerah kita,” katanya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Lumajang Muhammad Nur Sjahid mengatakan, berbagai program pemberdayaan terus diperkuat, salah satunya melalui bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Program tersebut ditujukan untuk menjaga produktivitas masyarakat sekaligus membantu pengembangan usaha kecil agar lebih mandiri dan berdaya saing.

“Hingga saat ini program bantuan UMKM telah berjalan di sejumlah kecamatan dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan dukungan usaha,” ujarnya.

Lanjut dia menambahkan, dana zakat dan infak yang dihimpun BAZNAS tidak hanya disalurkan untuk bantuan sosial, tetapi juga dimanfaatkan untuk sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, Pemkab Lumajang berharap zakat dan infak dapat menjadi instrumen pembangunan sosial yang memperkuat solidaritas sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.

Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, semangat gotong royong dan kepedulian sosial diyakini menjadi kekuatan bersama untuk membangun Lumajang yang lebih sejahtera, berdaya, dan berkelanjutan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *