Scroll untuk baca artikel
Kemanusiaan

Belajar Menolong Sesama Sejak Dini, Siswa MA Daarull Muhhibbin Dilatih Jadi Garda Kemanusiaan

×

Belajar Menolong Sesama Sejak Dini, Siswa MA Daarull Muhhibbin Dilatih Jadi Garda Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

JEMBER, Transparansi.co.id – Upaya menanamkan budaya siaga bencana dan kepedulian kemanusiaan sejak dini terus digalakkan di wilayah pesisir Kabupaten Jember. Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, menggandeng MA Plus Daarull Muhhibbin menggelar pelatihan pertolongan pertama dasar bagi siswa, Selasa (18/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut diikuti sebanyak 30 siswa dengan tujuan membentuk kemampuan respons cepat atau first responder di lingkungan sekolah. Dalam pelatihan itu, personel SIBAT Puger Kulon tidak hanya memberikan materi, tetapi juga menjadi instruktur praktik langsung di lapangan.

Materi yang diberikan dirancang aplikatif dan mudah dipahami siswa, meliputi penanganan korban pingsan, luka bakar, pendarahan, hingga tersedak (choking), yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk memaksimalkan pemahaman peserta, pelatihan dibagi dalam dua zona. Sesi teori dilaksanakan di ruang kelas, sedangkan simulasi praktik dilakukan di area terbuka di samping madrasah secara bergantian.

Ketua SIBAT Puger Kulon, Riza Rosida, menegaskan pentingnya keterampilan pertolongan pertama bagi generasi muda karena situasi darurat dapat terjadi kapan saja.

“Kami berharap melalui pelatihan ini para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keberanian melakukan pertolongan pertama secara tepat ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar. Minimal mereka mengetahui tindakan awal yang harus dilakukan sebelum bantuan medis datang,” ujar Riza.

Suasana pelatihan pun dikemas lebih dinamis dan menyenangkan. Panitia menghadirkan metode challenge atau tantangan spontan dengan hadiah bingkisan bagi siswa yang berani mempraktikkan teknik penanganan di depan peserta lain. Cara tersebut terbukti meningkatkan antusiasme dan partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung.

“Saya jadi tahu cara membantu orang yang pingsan, tersedak, maupun mengalami luka bakar. Kegiatannya seru karena langsung praktik, jadi lebih mudah dipahami,” ungkap salah satu peserta dari MA Plus Daarull Muhhibbin.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, memberikan apresiasi atas kolaborasi antara SIBAT Puger Kulon dan pihak madrasah. Menurutnya, pelibatan lembaga pendidikan menjadi langkah strategis dalam membangun jejaring relawan kemanusiaan sejak usia muda.

“Kami sangat mengapresiasi sinergi antara SIBAT Puger Kulon dan MA Plus Daarull Muhhibbin. Sekolah dan madrasah merupakan pilar penting dalam mitigasi berbasis komunitas. Dengan membekali siswa kemampuan pertolongan pertama dasar, kita sedang menyiapkan kader-kader kemanusiaan baru yang siap menjadi garda terdepan penyelamatan di lingkungan keluarga maupun sekolah,” tegasnya.

Melalui pelatihan kolaboratif tersebut, diharapkan kesiapsiagaan bencana dan kedaruratan di wilayah selatan Jember semakin kuat, sekaligus mendorong sekolah lain untuk menghadirkan program serupa demi menciptakan lingkungan pendidikan yang tangguh dan peduli keselamatan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *