Scroll untuk baca artikel
Dunia pendidikan

233 Siswa SMPN 4 Lumajang Diwisuda Mengaji, Bunda Indah Dorong Program Direplikasi di Seluruh Sekolah Negeri

×

233 Siswa SMPN 4 Lumajang Diwisuda Mengaji, Bunda Indah Dorong Program Direplikasi di Seluruh Sekolah Negeri

Sebarkan artikel ini

Foto: Bupati Lumajang Indah Amperawati, dan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Lumajang Mamik Setiawati, saat foto bersama. (Dok Transparansi.co.id)

Lumajang, Transparansi.co.id – Suasana haru menyelimuti Pendopo Arya Wiraraja Lumajang saat SMP Negeri 4 Lumajang mewisuda 233 siswa peserta Gerakan Sekolah Mengaji angkatan ke-7, Senin (25/5/2026). Para siswa mengikuti wisuda untuk kategori Tartil dan Tahfidz Juz 30, 29, serta hafalan Juz 1 hingga 15.

Jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan dibanding angkatan sebelumnya yang mencapai 178 siswa. Capaian tersebut menjadi bukti kuat tumbuhnya semangat belajar Al-Qur’an di lingkungan sekolah negeri.

Kegiatan uji publik itu dihadiri langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati, Ketua Komisi D DPRD Lumajang, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang.

Bupati Lumajang Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, mengapresiasi konsistensi SMPN 4 Lumajang dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an kepada para siswa. Ia bahkan mendorong program serupa diterapkan di seluruh SD dan SMP negeri di bawah Pemerintah Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, sekolah-sekolah dapat menjalin kolaborasi dengan lembaga pendidikan Al-Qur’an maupun pondok pesantren agar kemampuan membaca Al-Qur’an siswa meningkat lebih cepat.

“Sekolah bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya masing-masing. Yang terpenting ada kerja sama dengan lembaga pendidikan Al-Qur’an, termasuk milik Nahdlatul Ulama, terutama bagi sekolah yang belum memiliki guru ngaji yang mampu mempercepat kemampuan membaca Al-Qur’an anak-anak,” ujar Bunda Indah kepada Transparansi.co.id usai kegiatan.

Bunda Indah juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk menggelar wisuda akbar penghafal Al-Qur’an yang melibatkan siswa SD dan SMP negeri se-Kabupaten Lumajang sebagai bentuk syiar sekaligus motivasi bagi generasi muda.

“Sejak dini mereka kita ajari mencintai Al-Qur’an, bukan hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi salah satu ikhtiar membangun generasi berakhlak dan memerangi kemaksiatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Lumajang Mamik Setiawati menyampaikan rasa syukur atas peningkatan jumlah siswa yang mengikuti wisuda mengaji setiap tahun.

“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun jumlah anak-anak yang hafal Al-Qur’an terus meningkat. Tidak hanya jumlahnya, tetapi juz yang dihafalkan juga semakin bertambah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program Gerakan Sekolah Mengaji di SMPN 4 Lumajang menggunakan metode Tartila. Kegiatan hafalan surat-surat pendek dilakukan rutin setiap Senin hingga Sabtu.

Sementara pembelajaran intensif berlangsung selama dua jam pada Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu. Selain itu, setiap Jumat Legi juga digelar istighosah bersama orang tua siswa.

Menurut Mamik, dampak program tersebut tidak hanya terlihat pada kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa.

“Terbukti di SMP Negeri 4 Lumajang, sejak ada kegiatan mengaji akhlak anak-anak semakin baik. Saat adzan berkumandang, mereka langsung menuju masjid tanpa harus disuruh. Perubahan juga terlihat pada prestasi akademik maupun non-akademik. Alhamdulillah, perilaku negatif di lingkungan sekolah juga semakin berkurang,” katanya.

Ia berharap kebiasaan mengaji yang ditanamkan di sekolah dapat terus dilanjutkan di rumah bersama keluarga sehingga membentuk karakter religius yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Mamik juga menyambut baik wacana pelaksanaan uji publik bersama dalam skala lebih besar yang kemungkinan digelar di stadion. Ia mengajak kepala sekolah SD dan SMP lain di Lumajang untuk bersama-sama menghadirkan program serupa di sekolah masing-masing.

“Semoga semakin banyak sekolah yang ikut bergerak. Karena ketika anak-anak dekat dengan Al-Qur’an, yang dibangun bukan hanya kecerdasannya, tetapi juga akhlaknya,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *