Foto: Kondisi bangunan pasar perdesaan Desa Pakusari Jember yang rampung pengerjaannya tahun 2025. (Dok Tranparansi)
Jember, transparansi.co.id – Bangunan pasar perdesaan yang bersumber dari dana desa (DD) tahap satu dan dua tahun anggaran 2025 di Desa/Kec. Pakusari, Kabupaten Jember, ditengarai lemah dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.
Proyek DD yang menelan anggaran hampir satu miliar rupiah itu disinyalir tidak sesuai dengan spesifikasi perencanaan pembangunan yang sudah ditentukan, ditengarai dimanfaatkan oknum tertentu untuk memperkaya diri dengan mengurangi pekerjaan struktur bangunan bawah.
Terpantau wartawan, bangunan pasar sisi sebelah barat diduga pekerjaan pembesian sluf tidak dilakukan termasuk kedalaman galian pondasi tidak sesuai perencanaan, berpotensi terjadi tindak pidana korupsi.

Kedalaman galian terpantau kisaran 15 cm. Ketinggian lantai keramik kisaran 15 cm dari dasar paving paling atas.
Bangunan pasar tersebut sebelumnya area yang sudah dipavingisasi.
Diketahui bahwa, pelaksanaan pembangunan fisik pasar perdesaan tersebut sudah dilakukan monitoring evaluasi (Monev) oleh Tim Fasilitator Kecamatan (TFK), pendamping lokal desa dan kecamatan.
Monev juga melibatkan perwakilan Dinas Pu Bina Marga guna memastikan pelaksanaan kegiatan fisik sesuai dengan perencanaan yang ada.
Monev fisik bangunan tersebut diduga hanya formalitas saja tanpa melakukan pemeriksaan pekerjaan struktur bangunan secara menyeluruh.

Sementara itu, staff UPT PU Bina Marga Arjasa, Muhammad, mengakui keterlibatan dirinya dalam kegiatan Monev proyek pembangunan pasar perdesaan yang dimaksud. Keterlibatan dirinya berdasarkan permintaan dari TFK Kecamatan Pakusari
“Kita hanya monitor bukan pemeriksaan mas. Kita tidak punya hak untuk meriksa,” kata Muhammad, perwakilan staff PU Bina Marga Jember kantor Arjasa kepada wartawan, Rabu (18/2/2026) di kantornya.
Muhammad menjelaskan dalam giat monev tersebut pihaknya hanya mengukur panjang dan lebar serta tinggi bangunan. Ia sebut pemeriksaan kewenangan Inspektorat
“Saya hanya ukur volume panjang lebar, pelaksanaan pekerjaan tidak terlibat saya,” ujarnya.
Ia tidak mengetahui spesifikasi bangunan secara detail dengan dalih tidak dilibatkan dalam pengawasan dan pembuatan perencanaan anggaran belanja (RAB) bangunan.
Ironisnya lagi, kata dia, proyek pasar perdesaan tersebut tidak didukung dengan foto progres pembangunan saat pelaksanaan berlangsung.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pihak pendamping desa lah yang lebih mengetahui jalannya pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Sebab, pelaksanaan dan pengerjaannya didampingi pendamping lokal desa dan kecamatan.
Sementara itu, Ria pendamping Kecamatan Pakusari belum merespon konfirmasi dan klarifikasi media ini sejak Selasa (17/2/1026) hingga berita ini diterbitkan.
Sementara, Kades Misjo enggan merespon ketika disingung terkait dugaan tidak adanya pekerjaan galian pondasi dan pembesian sluf dalam proyek pasar tersebut.

Diketahui bersama, bahwa pembangunan puluhan kios/lapak pasar perdesaan Desa Pakusari bersumber dari dana desa tahun anggaran 2025. Proyek pasar tradisional tersebut keseluruhan menghabiskan anggaran Rp944.776.000 sudah termasuk PPN di dalamnya.
Pembangunan puluhan kios/lapak itu dikerjakan oleh pelaksana kegiatan anggaran (PKA) desa setempat.
Berdasarkan prasasti yang terpasang di lokasi, proyek pasar desa itu terbagi menjadi empat kegiatan pekerjaan, di antaranya:
– Pembangunan pasar Pakusari 1 menelan anggaran Rp248.588.000 dengan volume panjang 30 meter dan lebar 5 meter berjumlah 24 kios.
– Pembangunan pasar Pakusari 2 menelan anggaran Rp223.800.000 dengan volume panjang 27.5 meter dan lebar 5 meter berjumlah 22 kios.
– Pembangunan pasar Pakusari 3 menelan anggaran Rp248.588.000 dengan volume panjang 30 meter dan lebar 5 meter berjumlah 24 kios.
– Pembangunan pasar Pakusari 4 menelan anggaran Rp223.800.000 dengan volume panjang 27,5 meter dan lebar 5 meter berjumlah 22 kios.
Hasil pemantauan wartawan di lokasi, desain bangunan memanjang itu disekat dinding bata merah setinggi satu meter berjumlah 92 kios berukuran 2,5 meter X 2,5 meter dengan volume 6,25 meter persegi.
Awak media akan terus melakukan upaya konfirmasi dan klarifikasi kaitan dengan proyek pasar tradisional itu kepada pihak terkait lainnya.





















