Foto: Kepala Desa Boreng, Zaenal Saifudin, saat menunjukan CCTV di pertigaan jalan Boreng. (Dok transparansi.co.id)
Lumajang, Transparansi.co.id – Pemerintah Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, bergerak cepat merealisasikan instruksi Bupati Lumajang terkait penguatan keamanan lingkungan dengan memasang 12 unit Closed Circuit Television (CCTV) dan 24 titik Penerangan Jalan Umum (PJU).
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan situasi desa yang aman dan nyaman sekaligus menekan potensi tindak kriminalitas, terutama pencurian dan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Kepala Desa Boreng, Zaenal Saifudin, mengatakan pemasangan CCTV dan PJU merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam mendukung program “Lumajang Aman” yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Lumajang.
“Ini bentuk tindak lanjut arahan Bupati untuk menciptakan Lumajang yang aman. Kami ingin masyarakat merasa lebih tenang dalam beraktivitas, terutama pada malam hari,” ujar Zaenal Saifudin saat ditemui Transparansi.co.id, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, penggunaan teknologi pengawasan dan penerangan jalan menjadi strategi penting dalam mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Karena itu, pemasangan perangkat keamanan dilakukan berdasarkan pemetaan wilayah rawan dan titik strategis desa.
Beberapa lokasi yang menjadi prioritas pemasangan meliputi akses keluar-masuk desa untuk memantau mobilitas kendaraan asing, persimpangan jalan utama yang ramai aktivitas warga, hingga kawasan minim pencahayaan yang dinilai rawan pembegalan maupun kecelakaan lalu lintas.
Sebanyak 12 titik CCTV dipasang di empat dusun, yakni Dusun Krajan 1 sebanyak 3 titik, Krajan 2 sebanyak 4 titik, Dusun Galingan 3 titik, dan Dusun Kuwung 2 titik.
Sementara itu, 24 titik lampu penerangan jalan yang masih dalam tahap proses pemasangan akan tersebar merata di seluruh wilayah Desa Boreng. Program tersebut dibiayai melalui Dana Dusun dari program Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan total anggaran mencapai Rp50 juta.
“Pemasangan CCTV dan lampu penerangan jalan sudah sesuai hasil kesepakatan pemerintah desa bersama masyarakat,” katanya.
Program penguatan keamanan desa tersebut mendapat respons positif dari warga. Selain meningkatkan rasa aman, penerangan jalan dinilai membantu aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari, termasuk pedagang kaki lima dan warung kopi yang tetap beroperasi hingga larut malam.
Keberadaan kamera pengawas juga memberi rasa tenang bagi warga yang memiliki kendaraan bermotor maupun ternak karena aktivitas di sejumlah titik desa dapat terpantau selama 24 jam.
Pemdes Boreng berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam merespons cepat program keamanan daerah demi menciptakan ketertiban dan ketenteraman masyarakat di Kabupaten Lumajang.


















