Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Amukan Air Tengah Malam, Banjir Limpasan Dam Kedungsangku Rendam Ratusan Rumah di Sukodono

×

Amukan Air Tengah Malam, Banjir Limpasan Dam Kedungsangku Rendam Ratusan Rumah di Sukodono

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Foto: Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Lumajang saat mengevakuasi warga. (Dok istimewa)

Lumajang, Transparansi.co.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Senduro, Gucialit, dan sekitarnya sejak Kamis malam (14/5/2026) memicu banjir limpasan di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Ratusan rumah warga terendam setelah debit air Dam Kedungsangku meluap hingga masuk ke kawasan permukiman.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mulai melakukan pemantauan dampak hujan deras sejak pukul 00.10 WIB, Jumat (15/5/2026).

Berdasarkan laporan BPBD, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, dan Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, sejak pukul 19.00 WIB.

Pada pukul 23.30 WIB, hujan deras masih mengguyur wilayah Desa Pakel. Sekitar pukul 00.30 WIB, debit air Dam Kedungsangku dilaporkan meningkat dengan ketinggian limpasan mencapai 200 sentimeter. Sepuluh menit kemudian, ketinggian air naik menjadi 300 sentimeter dan mulai meluber ke permukiman warga.

Air mulai memasuki rumah warga di Gang Kemiri, Dusun Biting I, Desa Kutorenon, sekitar pukul 01.30 WIB dengan ketinggian genangan mencapai 120 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan banjir dipicu hujan deras yang berlangsung cukup lama di wilayah Gucialit, Senduro, dan Pasrujambe, serta jebolnya tanggul Sungai Menjangan di Desa Kutorenon.

“Dampak terparah terjadi di Dusun Biting I Gang Kemiri RT 04 RW 08 dengan ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 120 sentimeter. Di Dusun Krajan II RT 04 RW 05, air merendam rumah warga dengan ketinggian 10 hingga 100 sentimeter,” ujar Isnugroho.

Ia menambahkan, di Jalan Musi, Dusun Sekarputih, Desa Sumberejo, genangan setinggi 20 sentimeter sempat masuk ke enam halaman rumah warga dan kini mulai berangsur surut.

Di Dusun Biting RW 08, 09, dan 10, sekitar 300 kepala keluarga terdampak banjir. Empat warga dilaporkan telah dievakuasi ke Puskesmas Sukodono untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, kerusakan pada sektor pertanian dan peternakan masih dalam proses asesmen oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang.

BPBD bersama sejumlah unsur terkait, di antaranya Koramil 0821/02 Sukodono, Polsek Sukodono, Dinas Sosial P3A, PSC 119 Dinkes P2KB, DPUTR, Satpol PP, Kecamatan Sukodono, FAJI, dan Bintang Timur Rescue, terus melakukan koordinasi dan evakuasi warga terdampak.

“Regu siaga BPBD dikerahkan untuk asesmen lapangan sekaligus membantu proses evakuasi warga,” kata Isnugroho.

BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik berupa lauk pauk, tambahan gizi, dan makanan siap saji sebanyak 360 kaleng. Selain itu, warga melakukan evakuasi mandiri dengan memindahkan barang berharga serta ternak ke lokasi yang lebih aman.

Menurut Isnugroho, kebutuhan mendesak saat ini meliputi makanan, minuman, air mineral, serta rumput untuk pakan ternak.

“Monitoring dan asesmen lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *