Scroll untuk baca artikel
Nasional

BKPH Pasirian Siaga Hadapi Musim Kemarau, 12.500 Hektare Kawasan Hutan Diawasi Ketat

×

BKPH Pasirian Siaga Hadapi Musim Kemarau, 12.500 Hektare Kawasan Hutan Diawasi Ketat

Sebarkan artikel ini

Foto: Asper BKPH Pasirian, Eko Tunggal. (Dok transparansi.co.id)

Lumajang, Transparansi.co.id – Memasuki musim kemarau 2026, Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Pasirian memperketat pengawasan terhadap sekitar 12.500 hektare kawasan hutan yang dikelolanya. Kawasan tersebut meliputi hutan produksi, hutan lindung, serta Kawasan Perlindungan Setempat (KPS), Lumajang, Kamis (18/6/2026)

Asisten Perhutani (Asper) BKPH Pasirian, Eko Tunggal, mengatakan bahwa pada tahun sebelumnya sempat terjadi satu kali kebakaran hutan di kawasan tanaman pinus Dadapan, wilayah Sumberurip, Petak 3B. Lokasi tersebut berada di daerah pegunungan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat, khususnya para penyadap getah pinus.

“Pada musim kemarau tahun ini, kami bahu-membahu bersama masyarakat sekitar hutan agar tidak terjadi kebakaran hutan,” kata Eko Tunggal saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (15/6).

Sebagai langkah pencegahan, BKPH Pasirian secara rutin menggelar musyawarah dan memberikan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Edukasi tersebut difokuskan pada upaya pencegahan kebakaran, terutama larangan membuang puntung rokok sembarangan di area hutan.

“Yang paling penting adalah pemasangan papan imbauan yang berisi larangan membakar di kawasan hutan dan larangan membuang puntung rokok sembarangan,” ujarnya.

Eko menjelaskan, apabila kebakaran tetap terjadi, petugas lapangan akan segera melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia.

Selain itu, BKPH Pasirian juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang untuk mengantisipasi apabila kebakaran meluas dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian dan keamanan kawasan hutan selama musim kemarau.

Karena itu, ia mengajak seluruh warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.

“Mari kita bersama-sama menjaga hutan dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan dan tidak membuang puntung rokok di kawasan hutan,” imbaunya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *