Foto: Ketua Komisi B DPRD Lumajang, Dedy Firmansyah. (Dok transparansi.co.id)
Lumajang, Transparansi.co.id – Ketua Komisi B DPRD Lumajang, Dedy Firmansyah, menegaskan pentingnya perencanaan yang matang pada setiap proyek infrastruktur agar hasil pembangunan berkualitas, tepat sasaran, dan berdaya tahan panjang.
Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dan DPRD dalam mendorong pembangunan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Menurut Dedy, keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada pelaksanaan di lapangan, tetapi dimulai sejak tahap perencanaan.
“Bagi kami, siapapun pelaksananya, komitmennya harus sama, yaitu membangun kebutuhan fisik yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Dedy, Selasa (23/6/2026).
Berdasarkan hasil monitoring dan inspeksi mendadak yang dilakukan Komisi B sepanjang 2025, masih ditemukan sejumlah persoalan pada proyek infrastruktur yang secara administrasi dan teknis telah selesai sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kendala di lapangan, kata Dedy, belum sepenuhnya teratasi meski fisik bangunan sudah berdiri.
“Kondisi ini menjadi evaluasi penting bagi semua pihak, khususnya konsultan perencana, agar lebih teliti dalam menyusun perencanaan. Setiap potensi risiko dan karakteristik lokasi proyek harus diperhitungkan secara detail sehingga hasilnya optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dedy mencontohkan proyek jalan yang berpotensi terdampak luapan air. Ia menilai aspek teknis seperti pemilihan material, sistem drainase, hingga metode konstruksi harus dihitung sejak awal sesuai kondisi lapangan.
“Potensi-potensi di lokasi harus lebih diperhitungkan secara detail. Misalnya jalan yang berpotensi terkena luapan air, maka sejak awal harus dipikirkan jenis material yang tepat dan kebutuhan teknis lainnya. Semua harus dihitung secara matang,” katanya.
Ia mengimbau seluruh pelaksana proyek mengedepankan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi yang ditetapkan dalam RAB dan dokumen perencanaan. Pembangunan infrastruktur, menurutnya, bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami menghimbau kepada seluruh pelaksana proyek agar memberikan kualitas terbaik dalam mewujudkan sarana dan prasarana infrastruktur fisik sesuai RAB dan perencanaan yang telah ditetapkan,” ujar Dedy.
Komisi B berharap sinergi antara pemerintah daerah, konsultan perencana, dan kontraktor terus diperkuat agar pembangunan merata di seluruh wilayah Lumajang. Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang berkualitas, infrastruktur diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap infrastruktur yang sudah terbangun dapat bertahan dalam jangka panjang. Dengan demikian, pembangunan di Lumajang bisa berjalan merata dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.





















