Foto: Plt. Direktur RSUD dr. Haryoto dr. Yanna Susanti. (Dok Transparansi.co.id)
Lumajang, Transparansi.co.id – Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tidak berlaku bagi layanan kesehatan di RSUD dr. Haryoto. Rumah sakit milik pemerintah daerah ini memastikan seluruh unit pelayanan tetap beroperasi penuh seperti biasa.
Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD dr. Haryoto, dr. Yanna Susanti, didampingi Kepala Bagian Humas, Agus Wahyudi, saat dikonfirmasi di Lobby Humas RSUD dr. Haryoto, Rabu (29/4/2026).
“Layanan di RSUD dr. Haryoto tidak terdampak sama sekali oleh kebijakan WFH. Saya pastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mengalami perubahan sedikitpun. Semua karyawan RSUD dr. Haryoto Lumajang tidak WFH, semuanya Work From Office (WFO),” tegas Yanna.
Ia menjelaskan, seluruh tenaga kesehatan hingga staf manajemen hadir seratus persen setiap hari, termasuk pada hari Jumat. Kehadiran penuh ini dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan dan memastikan akses kesehatan masyarakat tetap maksimal.
“Semua unit layanan, baik yang bersentuhan langsung dengan pasien maupun area manajemen, tetap masuk kerja setiap hari,” jelasnya.
Di sisi lain, pihak rumah sakit tetap menerapkan langkah efisiensi sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah, tanpa mengurangi mutu pelayanan medis. Penghematan dilakukan pada penggunaan energi, seperti listrik, pendingin ruangan (AC), lampu, hingga perangkat komputer yang tidak digunakan.
Namun demikian, untuk fasilitas medis tertentu yang membutuhkan kondisi khusus, seperti di ruang kateterisasi jantung (Cath Lab), pengaturan suhu tetap dijaga secara optimal guna memastikan peralatan berfungsi dengan baik.
Dengan komitmen tersebut, masyarakat Lumajang diimbau tidak perlu khawatir. Seluruh layanan kesehatan di RSUD dr. Haryoto tetap dapat diakses secara normal, aman, dan nyaman seperti hari-hari biasanya.





