Scroll untuk baca artikel
Berita

Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Lumajang Siapkan Droping Air Bersih Mulai 10 Juli 2026

×

Hadapi Kemarau Panjang, BPBD Lumajang Siapkan Droping Air Bersih Mulai 10 Juli 2026

Sebarkan artikel ini

Foto: Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho. (Dok transparansi.co.id)

Lumajang, Transparansi.co.id – Mengantisipasi meluasnya krisis air bersih akibat musim kemarau panjang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Lumajang bersiap memulai distribusi air bersih pada 10 Juli 2026. Penyaluran tahap awal akan difokuskan ke wilayah yang paling terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan asesmen untuk menentukan daerah prioritas.

“Pada tahap awal, droping air bersih akan difokuskan ke Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso dan Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit,” ujar Isnugroho.

Saat ini BPBD mencatat terdapat 241 titik penampungan air berbahan terpal yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak kekeringan. Ketujuh kecamatan tersebut yakni Ranuyoso, Klakah, Randuagung, Kedungjajang, Gucialit, Pasrujambe, dan Padang.

Untuk menjangkau titik-titik itu, BPBD mengerahkan satu truk tangki dengan kapasitas 5.000 liter. Sementara satu tandon terpal hanya mampu menampung sekitar 1.000 liter air.

“Artinya satu truk tangki bisa melayani lima titik penampungan dalam sekali pengiriman,” jelasnya.

Secara keseluruhan, BPBD telah menyiapkan empat unit truk tangki dengan kapasitas yang sama untuk melayani desa-desa terdampak. Jika dampak kekeringan semakin meluas, penambahan armada juga telah disiapkan.

“Apabila dampak kekeringan meluas, maka kami akan melakukan penambahan armada truk tangki sehingga penanganan krisis air bersih dapat dilakukan secara optimal,” tegas Isnugroho.

Agar distribusi berjalan tertib, BPBD meminta dukungan penuh dari pemerintah desa. Lokasi penampungan diminta ditempatkan di titik yang mudah diakses warga.

“Kami berharap pemerintah desa menyiapkan lokasi yang mudah diakses masyarakat. Dengan begitu, saat air bersih didistribusikan, warga bisa mengambil air dengan lebih mudah,” tambahnya.

Selain kesiapan teknis, BPBD juga mendorong percepatan proses administrasi penetapan status tanggap darurat krisis air bersih. Dengan status tersebut, penanganan kekeringan bisa dilakukan selama 90 hari sesuai rencana.

Penetapan status tanggap darurat diharapkan dapat mempercepat pengadaan logistik dan mobilisasi sumber daya, sehingga bantuan air bersih dapat menjangkau seluruh warga terdampak secara berkelanjutan hingga musim kemarau berakhir.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *