Foto: Bupati Lumajang, Indah Amperawati, ketika meresmikan pembangunan masjid Baitun Najah. (Dok istimewa)
Lumajang, Transparansi.co.id – Keinginan warga Dusun Rowoasri, Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, untuk memiliki rumah ibadah yang lebih layak akhirnya terwujud. Setelah bertahun-tahun digunakan sebagai musala, kini berdiri Masjid Baitun Najah yang dibangun melalui semangat gotong royong masyarakat dan para muzaki.
Masjid tersebut diresmikan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Sabtu (11/7/2026). Turut hadir dalam peresmian Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang, di antaranya Kapolres Lumajang, Dandim 0821 Lumajang, Kepala Kejaksaan Negeri Lumajang, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang.
Rangkaian acara peresmian juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Kegiatan ini menjadi wujud syukur sekaligus penguatan nilai kepedulian sosial masyarakat.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengapresiasi kebersamaan warga yang berhasil membangun masjid. Ia menyebut gotong royong merupakan kekuatan utama dalam membangun daerah.
“Saya ingin masjid ini tidak hanya digunakan untuk salat. Jadikan juga masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, tempat anak-anak muda belajar, berdiskusi, berkarya, dan melakukan kegiatan yang membawa manfaat bagi umat,” ujar Indah, yang akrab disapa Bunda Indah.
Ia juga menyampaikan selamat kepada panitia, para muzaki, dan seluruh masyarakat.
“Selamat atas diresmikannya Masjid Baitun Najah. Semoga masjid ini menjadi sumber berkah, memberikan manfaat, dan semakin memakmurkan masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, mengatakan berdirinya masjid ini merupakan bukti nyata kekuatan gotong royong. Sebelumnya, bangunan tersebut hanya berupa musala yang digunakan warga untuk ibadah harian.
“Alhamdulillah, berkat semangat para muzaki, panitia, dan seluruh masyarakat yang bergotong royong, kini musala tersebut berkembang menjadi sebuah masjid yang lebih representatif. Mudah-mudahan masjid ini dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi para remaja dan menjadi penyemangat generasi muda untuk semakin mencintai masjid serta meningkatkan ibadahnya,” ujar Yudha, yang akrab disapa Mas Yudha.
Bagi masyarakat Rowoasri, Masjid Baitun Najah bukan sekadar penambahan sarana ibadah. Masjid ini menjadi simbol bahwa cita-cita bersama dapat diwujudkan melalui kepedulian dan kebersamaan.
Ke depan, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menguatkan kehidupan masyarakat di sekitarnya.





















