Foto: Bupati Lumajang Indah Amperawati, ketika menghadiri kenal pamit Kapolda Jatim. (Dok. Istimewa)
Surabaya, Transparansi.co.id – Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi fondasi utama bagi produktivitas warga dan keberlanjutan pembangunan daerah. Hal itu mengemuka dalam momentum kenal pamit Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur di Lapangan Apel Polda Jatim, Jalan Achmad Yani No. 116 Surabaya, Selasa (13/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lumajang Indah Amperawati yang akrab disapa Bunda Indah, sebagai bagian dari rangkaian pergantian kepemimpinan Kapolda Jatim dari Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., kepada Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H.
Pergantian kepemimpinan merupakan dinamika organisasi yang lazim dalam institusi Polri. Di balik prosesi tersebut, keberlanjutan tugas menjaga kamtibmas tetap menuntut kesinambungan, komunikasi, dan koordinasi lintas pemangku kepentingan, termasuk dengan pemerintah daerah.
Bagi Kabupaten Lumajang, situasi yang aman dan kondusif bukan sekadar capaian di bidang penegakan hukum, melainkan prasyarat bagi aktivitas masyarakat secara luas. Mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, hingga kehidupan sosial membutuhkan lingkungan yang tertib agar dapat berjalan optimal.
“Keamanan dan ketertiban menjadi bagian penting agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan pembangunan daerah berjalan dengan baik,” ujar Bunda Indah di sela kegiatan.
Kehadiran orang nomor satu di Lumajang itu dimaknai sebagai wujud silaturahmi kelembagaan antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan Polda Jawa Timur. Sinergi yang terbangun melalui komunikasi yang intensif diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan tugas sesuai kewenangan masing-masing.
Meski memiliki tugas dan fungsi berbeda, pemerintah daerah dan kepolisian memiliki irisan peran yang sama, yakni menciptakan ruang hidup masyarakat yang tertib, aman, dan produktif.
Pada akhirnya, makna keamanan merujuk pada hal-hal yang dekat dengan keseharian warga. Ketika masyarakat dapat bekerja dengan tenang, pelaku usaha menjalankan aktivitasnya tanpa gangguan, anak-anak belajar dengan nyaman, dan pelayanan publik dapat diakses dengan baik, di situlah pembangunan daerah memiliki ruang untuk tumbuh secara berkelanjutan.





















