Foto: papan informasi proyek revitalisasi terpasang di lokasi SDN Jenggawah 1 Jember.
JEMBER, Transparansi.co.id – Kepala SDN Jenggawah 1 di Jember menyebut bahwa tidak adanya papan informasi dan susunan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) di lokasi proyek revitalisasi disebabkan salah cetak, Kamis (15/10/2026).
Hal itu disampaikan Retno Ningsih saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu (10/10/ 2026) di ruang kerjanya.
Kepala sekolah tersebut menyebut papan informasi harus dicetak ulang karena terjadi kesalahan.
Ia menyampaikan bahwa proyek revitalisasi itu bersumber dari program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun anggaran 2026 dengan total anggaran sekitar Rp1,91 miliar, termasuk konstruksi, pengadaan mebel, dan penataan lingkungan.
Kata dia anggaran konstruksi saja mencapai Rp1,518 miliar.
“Sebenarnya papan nama itu sudah jadi, sudah dipesan. Berhubung ada kesalahan, sehingga harus cetak ulang. Insyaallah hari Senin ini sudah terpasang kembali,” ujar Retno Ningsih Kepala SDN Jenggawah 1 kepada wartawan di ruang kerjanya.
Retno menjelaskan, pekerjaan revitalisasi meliputi enam ruang kelas, dua ruang administrasi, satu rumah dinas, empat toilet, serta pembangunan perpustakaan dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Dikonfirmasi kaitannya kontruksi kuda-kuda atap masih menggunakan kayu lama dan hanya melakukan pergantian reng baja ringan dan genteng.
Menurut dia, kayu tersebut dipertahankan atas kesepakatan dengan tim perencana karena dinilai masih kokoh.
Ia menambahkan, pekerjaan plafon di enam ruang kelas berupa penambahan atau penyulaman pada bagian yang diperlukan. Adapun ruang administrasi yang mengalami kerusakan lebih parah direncanakan mendapat penggantian plafon secara keseluruhan, termasuk keramik lantai.
Ia juga menyebut progres pekerjaan telah mencapai sekitar 32 persen lebih. Pekerjaan dimulai pada 31 Agustus 2026 dan ditargetkan selesai paling lambat 31 Desember 2026.
Terkait mekanisme pengawasan oleh konsultan pengawas, kepala sekolah mengaku pemantauan dilakukan melalui dokumentasi foto dan laporan pembelian material di Google Drive. Tim perencana juga disebut sesekali datang langsung ke lokasi.
Hal senada juga disampaikan salah seorang yang mengaku sebagai pelaksana yang mana Ia menyebutkan bahwa pengawas konsultan datang ke lokasi proyek satu kali dalam seminggu, biasanya pada Sabtu atau Minggu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan pembesian kolom dan sloof pada bangunan bagian depan menggunakan besi dengan ukuran yang bervariasi. Begel terlihat menggunakan campuran besi berdiameter 6 mm dan 8 mm. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang perlu diklarifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada konsultan pengawas belum membuahkan hasil. Pasalnya, Retno Ningsih enggan memberikan nomor kontak yang bersangkutan dengan alasan harus meminta izin terlebih dahulu.





















