Foto: Bupati Lumajang Indah Amperawati, saat MeLaunching Kampung Aswaja Ketiga di Banyu Putih Kidul Jatiroto. (Dok. Istimewa)
Lumajang, Transparansi.co.id – Penguatan kehidupan keagamaan di masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai agama perlu hadir dalam kebiasaan sehari-hari untuk memperkuat kerukunan, kepedulian, dan kebersamaan warga.
Semangat itu diwujudkan melalui Kampung Aswaja yang dilaunching Bupati Lumajang, Indah Amperawati, di Desa Banyu Putih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Sabtu (22/8/2026) malam.
Kampung Aswaja Banyu Putih Kidul merupakan yang ketiga di Kabupaten Lumajang. Sebelumnya, program serupa telah hadir di wilayah Kraton dan Selokbesuki, inisiatif PCNU Lumajang.
Bunda Indah, sapaan Bupati Lumajang, mengatakan Kampung Aswaja diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.
“Hari ini kita melaunching Kampung Aswaja. Ini yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya ada di Kraton dan Selokbesuki, dan malam ini di Banyu Putih Kidul,” ujar Bunda Indah.
Menurutnya, keberadaan Kampung Aswaja tidak cukup hanya menjadi identitas wilayah. Nilai keagamaan harus diwujudkan melalui perilaku nyata, seperti menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, dan meningkatkan kepedulian kepada sesama.
“Kampung Aswaja adalah sebuah kampung yang masyarakatnya tentu harus mengamalkan dan melaksanakan syariat agama Islam sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah. Kalau di setiap desa ada Kampung Aswaja seperti ini, mudah-mudahan masyarakat kita semakin kuat dalam mengamalkan nilai-nilai Aswaja,” ungkapnya.
Bagi masyarakat, penguatan nilai keagamaan di lingkungan tempat tinggal dinilai dapat membangun keluarga dan komunitas yang lebih harmonis. Kegiatan keagamaan yang dilakukan bersama juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Bunda Indah menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lumajang mendukung penuh inisiatif masyarakat dan organisasi keagamaan dalam memperkuat kehidupan religius di lingkungan masing-masing.
“Pemerintah mendukung dengan adanya Kampung Aswaja ini. Mudah-mudahan nantinya seluruh desa di Kabupaten Lumajang dapat menjadi Kampung Aswaja,” katanya.
Ia berharap program di Banyu Putih Kidul dapat dijalankan secara konsisten dengan kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Saya berharap Kampung Aswaja Ranting NU Banyu Putih Kidul ini bisa berjalan sesuai dengan harapan dan membawa manfaat, bukan hanya untuk masyarakat Desa Banyu Putih Kidul, tetapi juga untuk Kabupaten Lumajang secara keseluruhan,” pungkasnya.
Kampung Aswaja Banyu Putih Kidul diharapkan menjadi pusat penguatan ukhuwah, pembinaan keagamaan, dan kepedulian sosial.
Kolaborasi antara pemerintah, PCNU Lumajang, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting agar nilai-nilai Aswaja dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tumbuh menjadi budaya positif di lingkungan warga.





















