Foto: Terpantau pekerja bergelantungan tanpa APD di proyek revitalisasi SMPN 7 Jember. (Dok transparansi)
JEMBER, Transparansi.co.id – Pengadaan material proyek revitalisasi SMP Negeri 7 Jember bernilai Rp1,82 miliar menjadi perhatian. Pengawas tim teknis menyebut proses pembelian material dilakukan pihak sekolah, sementara tim teknis bertugas menghitung kebutuhan dan mengawasi pekerjaan di lapangan, Jember (14/8/2026).
Hal itu disampaikan Adi, pengawas tim teknis yang ditunjuk Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP)) SMPN 7 Jember.
“Yang request bahan dan jumlahnya tetap dari saya. Tapi untuk pembeliannya semua dari pihak sekolah (Ketua P2SP),” ujar Adi kepada wartawan, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, sebagian material dalam jumlah besar didatangkan langsung dari pabrik, sedangkan material lainnya diperoleh melalui toko. Salah satunya Semen Singa Merah yang digunakan dalam pekerjaan proyek.
“Dari awal kita sudah pakai Singa Merah. Kebetulan di toko sekitar sini yang memenuhi jumlah kuantitasnya itu Singa Merah, biar pengirimannya cepat,” jelasnya.
Dalam penelusuran wartawan di sejumlah toko bangunan, harga Semen Singa Merah kemasan 40 kilogram ditemukan bervariasi, berkisar Rp47.000 hingga Rp48.000 per sak. Harga tersebut menjadi informasi pembanding untuk melihat kewajaran harga material yang digunakan dalam proyek.
Sementara itu, pengadaan keramik disebut belum dilakukan karena masih menunggu pencairan termin sebesar 30 persen.
Proyek revitalisasi dengan nilai sekitar Rp1,82 miliar tersebut mencakup 10 ruang, terdiri atas sembilan ruang kelas dan satu laboratorium komputer. Pekerjaan meliputi atap, lantai, tembok, dan kusen.
Adi menyebut progres pekerjaan telah mencapai sekitar 60 persen. Percepatan dilakukan dengan menambah tenaga kerja dengan tidak mengurangi kualitas pekerjaan.
Ketika disingung kaitannya sejumlah pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri di lokasi bekerja, Adi menyampaikan aspek keselamatan kerja masih menjadi catatan. Sejumlah pekerja disebut tidak selalu mengenakan alat pelindung diri (APD), meski perlengkapan keselamatan telah disediakan.
“Ada sebenarnya, helm dan perlengkapan lain sudah disiapkan semua. Cuma namanya pekerja kadang tidak dipakai,” ungkapnya.
Adi menyampaikan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan dan mengingatkan pekerja agar disiplin menggunakan APD.
“Nanti akan lebih sering kami ingatkan lagi ke pekerjanya dan jadi bahan evaluasi kami,” pungkasnya.
Berita sebelumnya, salah satu pengurus P2SP SMPN 7 Jember, Rasidi, tak bisa menjelaskan terkait pihak penyedia material yang tercatat melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah).
Ketika ditanya mengenai identitas penyedia material melalui SIPLah, Rasidi justru mengarahkan wartawan untuk mengonfirmasikan hal tersebut langsung kepada kepala sekolah.
“Kalau soal itu, langsung konfirmasi ke kepala sekolah saja,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi, revitalisasi SMPN 7 Jember beranggaran Rp1,82 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.
Proyek tersebut dikerjakan selama 150 hari kalender terhitung sejak 4 Juni hingga 1 November 2026. Proyek tersebut dilaksanakan oleh panitia pelaksana pembangunan satuan pendidikan (P2SP) SMPN 7 Jember.
Diketahui, program revitalisasi ini merupakan program pemerintah pusat yang dikerjakan dengan sistem swakelola menggunakan panitia pembangunan.
Sementara itu, Kepala SMPN 7 Jember belum merespons konfirmasi dan klarifikasi yang disampaikan wartawan sejak Senin (10/8/2026) melalui WhatsApp hingga berita ini diterbitkan.
Konfirmasi juga telah dilayangkan kepada Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, melalui WhatsApp sejak Selasa (12/8/2026). Hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum mendapat respons, meski tanda centang biru menunjukkan pesan telah dibaca.
Awak media masih membuka ruang bagi pihak SMPN 7 Jember maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Jember untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait pengadaan material proyek revitalisasi tersebut.





















