Scroll untuk baca artikel
KPKPendidikanProyek

Revitalisasi SMPN 1 Sukowono Telan Rp1,39 Miliar, Sistem Pengadaan Lewat Siplah 

×

Revitalisasi SMPN 1 Sukowono Telan Rp1,39 Miliar, Sistem Pengadaan Lewat Siplah 

Sebarkan artikel ini
oppo_2

Foto: Penampakan Revitalisasi gedung SMPN 1 Sukowono. (Dok transparansi)

Jember, Transparansi.co.id – Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Sukowono dengan nilai bantuan pemerintah sebesar Rp1.398.448.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 terus berjalan. Hingga awal Agustus 2026, progres fisik pekerjaan diklaim telah mencapai 55 hingga 58 persen dan masih berada pada posisi deviasi positif atau lebih cepat dari jadwal.

Berdasarkan pantauan Transparansi.co.id di lokasi, proyek dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender, mulai 4 Juni hingga 1 November 2026.

Hasil konfirmasi kepada Tim Teknis Perencanaan, Satria Wira Yudha, mengungkap revitalisasi tersebut mencakup sembilan paket pekerjaan, terdiri dari pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi sejumlah gedung, hingga rehabilitasi pagar sekolah.

“Anggaran sekitar Rp1,39 miliar digunakan untuk sembilan pekerjaan. Ada pembangunan baru, rehabilitasi gedung, dan rehabilitasi pagar,” ujar Satria kepada Transparansi.co.id, di lokasi proyek, Sabtu (1/8/2026).

Dari sembilan pekerjaan tersebut, dua unit merupakan pembangunan ruang kelas baru yang dibangun dari nol. Sementara enam bangunan lainnya hanya menjalani rehabilitasi terbatas.

“Yang baru ada dua ruang kelas. Sedangkan rehabilitasi meliputi penggantian struktur atap, kusen, instalasi elektrikal, sebagian pengecatan, dan genteng lama tetap digunakan kembali,” jelasnya.

Satria menjelaskan, struktur atap menggunakan baja ringan Galvalum Kencana tipe C75 dengan ketebalan 0,80 milimeter, sedangkan plafon memakai kombinasi rangka hollow, gipsum, dan kalsiboard.

Dikerjakan Secara Swakelola, Pengadaan Material Lewat SIPLah

Menurut Satria, proyek revitalisasi tidak dikerjakan oleh kontraktor, melainkan menggunakan sistem swakelola yang dikelola langsung oleh pihak sekolah melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Sementara seluruh pengadaan material dilakukan melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah).

“Pelaksanaannya swakelola. Saya hanya bertugas sebagai tim teknis perencanaan. Untuk pengadaan material menggunakan SIPLah, sedangkan pembelanjaannya menjadi kewenangan sekolah dan P2SP,” katanya.

Saat disingung mengenai identitas penyedia material melalui SIPLah, Satria mengaku tidak mengetahui secara rinci karena bukan menjadi kewenangannya.

Progres Diklaim Lebih Cepat dari Jadwal

Meski baru berjalan sekitar dua bulan, progres pekerjaan diklaim telah mencapai 55–58 persen.

“Sampai minggu ini sekitar 55 sampai 58 persen. Deviasinya masih plus, jadi pelaksanaan masih sesuai target bahkan lebih cepat,” ungkapnya.

Pengawasan lapangan, lanjut Satria, dilakukan oleh tenaga profesional independen yang direkrut sekolah, sedangkan pengawasan dari instansi terkait dilakukan secara berkala.

Soal Material, Tim Teknis Serahkan ke Pihak Sekolah

Ketika dikonfirmasi mengenai kualitas material, termasuk penggunaan pasir bangunan, Satria mengatakan pengujian mutu seharusnya telah dilakukan. Namun, ia menegaskan seluruh keputusan terkait pembelian material berada di tangan pihak sekolah.

“Soal penyedia maupun pembelian material menjadi kewenangan Kepala Sekolah dan P2SP. Saya hanya menangani aspek teknis perencanaan,” tegasnya.

Kepala Sekolah Akan Dimintai Klarifikasi

Hingga berita ini diterbitkan, Transparansi.co.id masih berupaya meminta klarifikasi dan verifikasi dari Kepala SMP Negeri 1 Sukowono selaku penanggung jawab kegiatan, termasuk mengenai mekanisme pengadaan melalui SIPLah, penunjukan penyedia material, pengawasan pelaksanaan, serta penggunaan anggaran sebesar Rp1,39 miliar agar informasi yang disampaikan kepada publik cover both side.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *