Scroll untuk baca artikel
IrigasiKPKProyek

PT Minarta Dutahutama Disorot, Proyek Irigasi Bondoyudo Ratusan Miliar Tak Terapkan Transparansi Publik di Jatim

×

PT Minarta Dutahutama Disorot, Proyek Irigasi Bondoyudo Ratusan Miliar Tak Terapkan Transparansi Publik di Jatim

Sebarkan artikel ini

Foto: Aktivitas Pekerja proyek Saluran irigasi DI Bondoyudo di Jember

JEMBER, Transparansi.co.id – Pelaksana Proyek pembangunan saluran irigasi PT. Minarta Dutahutama ditengarai kurang transparan dalam memberikan informasi pembagunan yang bersumber dari uang rakyat di Daerah Irigasi (DI) Bondoyudo Baru di Lumajang, Jawa Timur.

Pasalnya, papan informasi proyek yang terpasang di lokasi tidak mencantumkan besaran anggaran, sumber pendanaan, volume maupun rincian item pekerjaan.

Diketahui bahwa proyek rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Bondoyudo tersebut mencakup wilayah Kabupaten Jember dan Lumajang.

Berdasarkan pantauan wartawan, papan proyek hanya memuat identitas kegiatan, nama kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, serta waktu pelaksanaan selama 537 hari kalender.

Proyek tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Pekerjaan dilaksanakan oleh KSO PT. Minarta Dutahutama–PT. Tirta Magelang, sedangkan konsultan pengawas dipercayakan kepada KSO PT. Nadiputra Pratama–PT. Agrinas Palma Nusantara.

Sementara itu, berdasarkan data pengadaan pada DataLPSE.com yang merujuk LPSE Kementerian Pekerjaan Umum, paket dengan kode lelang 10108909000 tercatat memiliki pagu dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp260.503.208.000, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Ironisnya, informasi mengenai besaran anggaran tersebut tidak ditemukan pada papan proyek. Begitu pula volume pekerjaan dan rincian item kegiatan yang seharusnya menjadi informasi bagi masyarakat untuk melakukan pengawasan.

Upaya konfirmasi kepada pihak pelaksana, PT. Minarta Dutahutama, belum memperoleh penjelasan substantif terkait nilai kontrak, volume maupun rincian pekerjaan.

Awang menyampaikan agar pertemuan dilakukan pada waktu luang supaya koordinasi dan komunikasi mengenai proyek tersebut dapat berlangsung lebih baik.

Sementara itu, Arif dari konsultan pengawas PT. Nadiputra melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/11/2026), mengarahkan awak media untuk melakukan konfirmasi langsung kepada pihak BBWS Brantas di Surabaya.

“Mohon maaf mas, jenengan langsung ke proyek Brantas saja ya, suwun,” ujarnya.

Minimnya informasi pada papan proyek tersebut diduga mencerminkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait. Kondisi ini juga memunculkan dugaan adanya upaya menutup-nutupi informasi sehingga masyarakat tidak dapat mengetahui secara utuh besaran anggaran maupun volume keseluruhan pekerjaan.

Awak media akan meminta klarifikasi kepada BBWS Brantas dan pihak lainnya terkait nilai kontrak sebenarnya, volume pekerjaan, rincian item kegiatan, serta alasan tidak dicantumkannya informasi anggaran dan volume pada papan proyek.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para pekerja terlihat tidak menggunakan mesin molen untuk mengolah campuran semen dan pasir dalam proses pengerjaan pembangunan tersebut.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *